NATOLA — Kecerdasan adalah salah satu anugerah terbesar yang patut disyukuri. Dengan kecerdasan, seseorang dapat membentuk karakter unggul, berpikir dinamis, dan bersikap atraktif dalam menghadapi kehidupan. Namun, kecerdasan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual, melainkan juga dari nilai-nilai spiritual yang bersumber dari Al-Qur’an.
Para cendekiawan dan pendidik Islam menegaskan pentingnya membangun kecerdasan Qurani (Qur’anic Quotient), yakni kemampuan mengaitkan ilmu pengetahuan dan perilaku hidup dengan petunjuk Al-Qur’an. Kecerdasan ini menjadi pondasi bagi umat Muslim untuk hidup seimbang antara akal, hati, dan amal.
“Jika makna Al-Qur’an terus digali dan tidak hanya dibatasi pada urusan ibadah, maka umat Islam akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan bijak dalam menghadapi persoalan hidup,” ujar salah satu narasumber kajian di Aula Syekh Maulana Malik Ibrahim.
Sayangnya, kondisi umat saat ini menunjukkan masih banyak yang jauh dari Al-Qur’an. Banyak yang hanya membacanya tanpa memahami kandungan maknanya. Padahal, kemampuan membaca dan mentadabburi ayat-ayat suci adalah dasar utama dalam membangun kecerdasan Qurani.
Allah SWT berfirman dalam Surah Muhammad ayat 24:
“Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah terkunci?”
Ayat ini menjadi peringatan agar umat Islam tidak hanya membaca, tetapi juga merenungi dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Dengan tadabbur, hati menjadi terbuka, pikiran tercerahkan, dan lahirlah pribadi Muslim yang berpikir positif serta berperilaku sesuai tuntunan wahyu.
Para pendidik Islam pun mengingatkan, kecerdasan Qurani harus ditanamkan sejak usia dini dan terus dikembangkan sepanjang hayat. Upaya ini menjadi pondasi lahirnya Human Qur’anic — manusia yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak.
Melalui semangat tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan pembiasaan interaksi dengan Al-Qur’an, umat Islam diharapkan mampu menumbuhkan karakter yang aktif dan dinamis. Di tengah arus modernitas yang kompleks, kecerdasan Qurani menjadi cahaya penuntun agar umat tetap kokoh dalam kebenaran dan bijak menghadapi setiap tantangan zaman.
Sumber: Hidayatullah.com
Ingin semakin dekat dengan Al-Qur’an dan merasakan keindahan ibadah di Tanah Suci? 🌙
Yuk, wujudkan perjalanan spiritualmu dengan Umroh di 7 November 2025, spesial bersama Puja Syarma.
Rasakan pengalaman umroh yang nyaman, penuh makna, dan berprivilege mewah, sambil memperdalam makna ayat-ayat Allah di tempat suci yang penuh keberkahan.

