Belum Kesampaian Berangkat Haji di Bulan Dzulhijjah? Mari Perbanyak Amalan Ibadah Lainnya!

NATOLA – Setiap bulan dalam kalender Hijriyah, memiliki kemuliaannya masing-masing. Tahukah kamu, bahwasannya bulan Dzulhijjah juga membawa banyak keutamaan?

 

Apa itu Bulan Dzulhijjah?

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah, sering dikenal dengan bulan Idul Adha. Keutamaan beribadah di bulan ini tak kalah besar dibandingkan 11 bulan lainnya. Bahkan di negara Timur Tengah, bulan Dzulhijjah merupakan yang paling ditunggu karena terdapat hari raya besar Umat Islam, yakni Idul Adha, Haji, dan Qurban.

 

Amalan apa saja yang bisa dilakukan selain berpuasa Arafah, berhaji, dan Qurban?

Yang pertama, berpuasa dan menghidupkan malam sepuluh hari pertama di Bulan Dzulhijjah.

كما في حديث ابن عباس رضي الله عنهما، حيث قال صلى الله عليه وسلم: (ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر، فقالوا: يارسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء) رواه الترمذي

Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”

Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab:
“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan dirinya dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan apa pun dari itu (maksudnya: ia gugur di jalan Allah dan hartanya habis digunakan untuk jihad).”

(HR. At-Tirmidzi)

Yang kedua, berpuasa Tarwiyah. Siapa yang sempat puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah kemarin? Kalau iya, puasa kamu kemarin itu sama dengan puasa satu tahun pada bulan Haran, Sya’ban, dan Dzulhijjah.

ويرى المالكية أنّ صيام يوم التروية يُكفّر السَّنة الماضية، ولكنّ الحديث الوارد في ذلك ضعيف، ويدلّ على استحباب صيام يوم التروية قول النبي -صلى الله عليه وسلم-: (ما العَمَلُ في أيَّامٍ أفْضَلَ منها في هذه، قالوا: ولا الجِهادُ؟ قالَ: ولا الجِهادُ، إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخاطِرُ بنَفْسِه ومالِه، فلَمْ يَرْجِعْ بشَيءٍ) 

Mazhab Malikiyah berpendapat bahwa puasa pada Hari Tarwiyah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu, namun hadis yang menjelaskan hal tersebut adalah hadis lemah (dhaif). Meskipun begitu, disunnahkan untuk berpuasa pada Hari Tarwiyah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

“Tidak ada amal pada hari-hari lain yang lebih utama daripada amal yang dilakukan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan diri dan hartanya, lalu tidak kembali dengan apa pun.”

Yang ketiga, beramal shalih dan memperbanyak dzikir (membaca takbir, tahmid, dan tahlil).

Yang keempat, menunaikan umrah. Selain beribadah haji di bulan Dzulhijjah, umat Muslim juga sangat dianjurkan melaksanakan ibadah umroh setelahnya.

Untuk poin keempat, Natola Travel bisa bantu kamu untuk pergi ke Baitullah segera mungkin. Masih ada slot untuk 19 Juli 2025 dan 5 Agustus 2025, nih! Ayo cek promonya di sini.

Writer : Mamay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *