Ketika Detik Menjadi Saksi, ke Mana Hidup Kita Mengarah?

Waktu Terus Berjalan, Ramadhan Semakin Mendekat

Tak terasa, hari-hari terus bergulir dan kurang dari sebulan ke depan, umat Islam akan menyambut Bulan Ramadhan. Bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan itu semakin dekat. Momentum ini menjadi pengingat bahwa waktu tidak pernah menunggu siapa pun. Ia terus berjalan, tanpa jeda, mengikuti ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setiap detik yang berlalu adalah bagian dari umur yang tidak akan pernah kembali. Karena itu, H- Ramadhan bukan sekadar hitungan hari, tetapi panggilan untuk bermuhasabah, menata niat, dan mempersiapkan diri agar Ramadhan kali ini lebih bermakna dari sebelumnya.

Ukuran Keberuntungan dalam Islam: Hari Ini Lebih Baik dari Kemarin

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengajarkan bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan berdasarkan cara mereka memanfaatkan waktu.
Mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung.
Jika sama, ia termasuk orang yang merugi.
Namun jika lebih buruk, maka ia berada dalam keadaan celaka.

Pesan ini mengingatkan bahwa kualitas hidup bukan diukur dari panjang usia, melainkan dari seberapa besar perubahan menuju kebaikan yang kita lakukan setiap hari.

Dunia Seperti Persinggahan Sejenak

Rasulullah juga mengibaratkan kehidupan dunia seperti seorang musafir yang hanya singgah sebentar di bawah pohon, lalu kembali melanjutkan perjalanan panjangnya. Masalah terbesar manusia adalah ketika waktu hidup terus berkurang, sementara kesungguhan untuk mempersiapkan bekal akhirat justru melemah.

H- Ramadhan seharusnya menjadi alarm rohani agar kita tidak terjebak dalam kesibukan dunia, tetapi lalai menyiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal.

Cahaya Orang-Orang yang Menjaga Waktunya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.”
(QS. Al-Fath: 29)

Para pengikut Rasulullah memiliki cahaya (nur) dalam hidupnya karena waktu mereka dipenuhi dengan sujud, dzikir, dan amal shalih. Keberkahan waktu tampak ketika umur yang singkat mampu melahirkan manfaat yang luas.

Teladan Ulama dalam Menjaga Waktu

Sejarah mencatat banyak teladan. Imam Nawawi, meski wafat di usia relatif muda, meninggalkan karya-karya monumental yang hingga kini menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia.

Begitu pula Habib Abdullah bin Husain bin Thahir, yang begitu ketat menjaga waktunya hingga menyederhanakan urusan makan agar tidak menghabiskan waktu berharga. Seluruh sisa hidupnya ia isi dengan belajar, berdzikir, dan beribadah kepada Allah.

Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam Risalah Al-Mu’awanah menasihati:

“Setiap hembusan nafasmu adalah permata yang tak ternilai harganya. Jika hilang, ia tidak akan kembali selama-lamanya.”

Waktu Adalah Umur, Umur Adalah Modal

Waktu tidak bisa ditunda, ditahan, apalagi diulang. Ia mengalir membawa usia kita semakin dekat kepada akhir kehidupan. Umur adalah modal utama, dan dari modal inilah kita menentukan apakah hidup berakhir dalam keberuntungan atau penyesalan.

Perumpamaan tentang lampu minyak mengajarkan bahwa kita tidak pernah tahu kapan ‘cahaya’ itu padam. Karena itu, H- Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk menyalakan kembali semangat amal sebelum waktu benar-benar habis.

Menyambut Ramadhan Bersama Natola Travel Umroh

Dalam menyambut Ramadhan, banyak umat Islam yang merindukan ibadah di Tanah Suci. Natola Travel Umroh hadir sebagai sahabat perjalanan rohani, membantu jamaah memanfaatkan momen H-29 Ramadhan dengan persiapan ibadah yang matang.

Melalui bimbingan manasik, pembinaan ruhiyah, dan pendampingan berpengalaman, Natola Travel Umroh mengajak umat untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih taat dan bermakna.

Sumber : Hidayatullah.com


🌙 Sambut Ramadhan dengan langkah terbaik!
📿 Bersama Natola Travel Umroh, wujudkan impian beribadah di Tanah Suci dengan aman, nyaman, dan penuh bimbingan.
📞 Hubungi Natola Travel sekarang dan jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *