Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: nikmat sehat dan waktu luang.”
(HR. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari no. 6412, juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, dan Al-Hakim)
Hadits ini mengingatkan kita bahwa manusia sering tidak menyadari besarnya dua karunia tersebut sampai keduanya hilang. Padahal, kesehatan dan waktu luang merupakan modal utama untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Waktu adalah Bagian dari Umur Kita
Pada hakikatnya, waktu adalah ukuran kehidupan. Hari-hari yang berlalu sesungguhnya merupakan potongan umur manusia. Karena itu, setiap kali waktu berlalu, sesungguhnya sebagian kehidupan kita juga ikut berkurang.
Oleh sebab itu, waktu termasuk karunia paling berharga yang Allah berikan kepada manusia. Banyak orang mampu meraih prestasi besar bukan semata karena kemampuan, tetapi karena mereka mampu mengatur waktu dengan baik.
Masa Muda: Kesempatan yang Tak Tergantikan
Selagi seseorang masih berada di masa muda, ia memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan waktunya secara optimal. Masa muda merupakan masa emas karena pada saat itulah seseorang memiliki:
-
tenaga yang kuat
-
semangat yang tinggi
-
pikiran yang jernih
-
tanggung jawab yang belum terlalu banyak
Sebaliknya, ketika usia semakin tua, kondisi tubuh mulai melemah. Penyakit lebih mudah datang, beban hidup bertambah, dan kekuatan pun semakin berkurang.
Karena itu, banyak hal besar—baik amal ibadah, perjuangan, maupun pencapaian hidup—hanya dapat dilakukan ketika tubuh sehat dan waktu masih tersedia.
Pentingnya Menghargai Waktu
Kewajiban manusia sebenarnya sangat banyak, sementara waktu yang tersedia sangat terbatas. Dengan waktu yang sama, seseorang bisa membangun usaha, membantu ribuan orang, mengembangkan lembaga kebaikan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Namun sayangnya, tidak sedikit manusia yang merasa puas dengan amal yang sedikit. Mereka bangga dengan pencapaian kecil, padahal kesempatan yang Allah berikan jauh lebih besar dari itu.
Tidak mengherankan jika Allah sering bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an, seperti:
-
Wal-‘ashr (Demi masa)
-
Wad-dhuha (Demi waktu dhuha)
-
Wal-lail (Demi malam)
-
Wal-fajr (Demi fajar)
Semua sumpah ini menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia.
Waktu Lebih Berharga dari Emas
Waktu jauh lebih berharga daripada emas, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri. Oleh sebab itu, seorang Muslim tidak seharusnya menghabiskan waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Ketika waktu telah berlalu, tidak ada cara untuk mengembalikannya. Karena itu, orang yang menyia-nyiakan waktunya sebenarnya sedang menumpuk kerugian bagi dirinya sendiri.
Sebaliknya, seorang Muslim yang diberi nikmat sehat dan waktu luang seharusnya menggunakan keduanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jika ia mengabaikannya, maka ia termasuk orang yang tertipu.
Sebab pada akhirnya kesehatan akan digantikan oleh sakit, dan waktu luang akan digantikan oleh kesibukan.
Pesan Para Ulama tentang Waktu
Para ulama salaf sangat menghargai waktu mereka.
Abdullah ibn Umar pernah berkata:
“Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore. Gunakan waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Bukhari no. 6416)
Sementara itu, Ibn Qayyim al-Jawziyya menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang dapat merusak hati, yaitu:
-
terlalu banyak berbicara
-
terlalu banyak makan
-
terlalu banyak tidur
-
terlalu banyak bergaul tanpa manfaat
Beliau juga menjelaskan bahwa seseorang bisa kehilangan taufik karena enam hal, di antaranya tidak mensyukuri nikmat Allah, menunda taubat, serta mengejar dunia secara berlebihan.
Teladan Para Ulama dalam Menggunakan Waktu
Para ulama terdahulu memberikan contoh luar biasa dalam memanfaatkan waktu.
Misalnya, Ibn Taymiyyah hampir tidak pernah membiarkan waktunya kosong. Ia selalu mengisinya dengan mengajar, menulis, atau beribadah. Bahkan ketika berada di kamar kecil sekalipun, ia meminta seseorang membacakan kitab dari luar agar waktunya tidak terbuang.
Contoh lain datang dari Hasan al-Basri yang pernah berkata:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya dirimu adalah kumpulan dari hari-harimu. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga ikut berlalu.”
Demikian pula Abdullah ibn Mas’ud yang berkata:
“Aku tidak pernah menyesal atas sesuatu sebagaimana penyesalanku ketika matahari terbenam, sementara umurku berkurang tetapi ilmuku tidak bertambah.”
Tanda-Tanda Waktu Disia-siakan
Sayangnya, banyak manusia menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalnya:
-
terlalu sering berkumpul tanpa tujuan
-
banyak bercanda dan berbicara sia-sia
-
berlebihan dalam hiburan
-
menunda pekerjaan
-
terlalu banyak tidur dan bersantai
Semua kebiasaan tersebut perlahan-lahan menghabiskan umur tanpa menghasilkan manfaat.
Mengisi Waktu dengan Amal
Karena itu, seorang Muslim seharusnya mengisi waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti:
-
menuntut ilmu
-
membaca Al-Qur’an
-
berdzikir
-
mengajar
-
membantu orang lain
-
memperbanyak amal kebaikan
Dengan cara inilah waktu berubah menjadi ladang pahala.
Renungan Penutup
Pada akhirnya, setiap manusia perlu bertanya kepada dirinya sendiri:
Apa yang telah kita lakukan dengan waktu sehat dan waktu luang yang Allah berikan?
Apakah kita menggunakannya untuk ibadah, menuntut ilmu, dan memberi manfaat?
Ataukah kita justru membiarkannya berlalu tanpa arti?
Jika ternyata banyak waktu terbuang sia-sia, maka sudah sepatutnya kita memohon kepada Allah agar Dia mengampuni dan membimbing kita untuk memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menghargai waktu dan mengisi kehidupan dengan amal terbaik. Aamiin. 🌙
Kesehatan dan waktu luang adalah modal terbesar dalam hidup. Jika keduanya masih kita miliki, inilah saat terbaik untuk mendekat kepada Allah.
Salah satu cara terbaik memanfaatkannya adalah dengan menunaikan ibadah Umroh.
Sumber : Hidayatullah.com
✨ Natola Travel membuka kesempatan Umroh musim 2026 dengan program perjalanan yang nyaman dan pendampingan ibadah yang optimal.
Jangan tunggu sampai waktu dan kesehatan itu berlalu.
📩 Konsultasikan rencana Umroh Anda sekarang dan wujudkan perjalanan menuju Baitullah.

