Musim Dingin Ekstrem di Tanah Suci, Ini Imbauan bagi Jamaah Umrah Indonesia

Musim Dingin Ekstrem di Arab Saudi, Jamaah Umrah Indonesia Diminta Tingkatkan Kesiapan

Musim dingin di Arab Saudi saat ini memasuki fase terdingin. Data National Center for Meteorology (NCM) menunjukkan bahwa suhu pada waktu subuh di Makkah dan Madinah kerap berada di kisaran 7 hingga 12 derajat Celsius, disertai hembusan angin kering yang cukup terasa. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah umrah asal Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis.

Situasi cuaca tersebut menuntut jamaah untuk lebih memahami kondisi lapangan agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan stamina tubuh tetap terjaga.

Salah Persepsi: Arab Saudi Selalu Panas

Masih banyak jamaah yang berangkat dengan anggapan bahwa cuaca di Arab Saudi selalu panas sepanjang tahun. Padahal, tren cuaca dalam dua pekan terakhir menunjukkan penurunan suhu yang cukup drastis, terutama pada malam hingga menjelang subuh. Oleh karena itu, perlengkapan seperti jaket tebal, pakaian dalam hangat, serta syal menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi jamaah yang beraktivitas di luar hotel sebelum fajar.

Risiko Kesehatan Akibat Udara Dingin dan Kering

Kementerian Kesehatan Arab Saudi (Ministry of Health/MOH) mengingatkan bahwa suhu dingin berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti batuk dan iritasi tenggorokan. Selain itu, karakter udara yang sangat kering dapat menyebabkan kulit dan bibir mudah pecah. Jamaah dianjurkan membawa pelembap, obat-obatan pribadi, serta membiasakan konsumsi minuman hangat untuk menjaga daya tahan tubuh selama rangkaian ibadah.

Waktu Tawaf Perlu Disesuaikan

Sebagian jamaah memilih melaksanakan tawaf pada dini hari dengan pertimbangan suasana yang lebih lengang. Namun, berdasarkan catatan NCM, waktu tersebut justru merupakan titik suhu terendah selama musim dingin. Untuk mengurangi risiko kesehatan, jamaah disarankan memilih waktu tawaf setelah matahari terbit atau menjelang waktu maghrib, yang relatif lebih aman dan tetap kondusif.

Waspadai Angin dan Lantai Marmer yang Dingin

Laporan Saudi Press Agency (SPA) juga menyoroti hembusan angin gurun yang cukup kuat serta kondisi lantai marmer Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang sangat dingin pada dini hari. Kombinasi ini dapat memengaruhi kestabilan langkah jamaah. Selain itu, perubahan suhu yang mendadak dari luar menuju area dalam masjid kerap membuat tubuh terkejut. Karena itu, jamaah disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman dan selalu memantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas.

Dengan persiapan yang matang dan pemahaman terhadap kondisi musim dingin, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah umrah dengan lebih khusyuk, aman, dan optimal meski di tengah cuaca ekstrem.

Smber : Saudinesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *