Riyadh — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi menerbitkan panduan komprehensif bertajuk “Panduan Umrah dan Ziarah”. Dokumen ini memuat 25 larangan serta berbagai aturan teknis yang wajib dipatuhi jamaah demi menjaga keamanan dan kekhusyukan ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Melalui panduan ini, pemerintah Saudi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga jamaah menyelesaikan ibadah.
Prosedur Visa dan Izin Resmi
Kementerian menegaskan bahwa setiap Muslim dapat melaksanakan umrah selama memenuhi regulasi yang berlaku. Jamaah wajib mengurus izin resmi melalui aplikasi Nusuk sebelum memasuki Masjidil Haram guna mengatur jadwal dan mencegah kepadatan berlebih.
Selain itu, jamaah dapat memperoleh visa melalui tiga jalur: platform Nusuk Umrah, sistem e-visa Saudi, atau agen resmi luar negeri yang telah mendapat otorisasi kerajaan.
Larangan Tegas: Merokok hingga Slogan Politik
Dalam panduan tersebut, kementerian secara tegas melarang:
-
Merokok di pelataran masjid, fasilitas umum, dan sekitar hotel
-
Mengangkat spanduk, bendera, atau meneriakkan slogan politik
-
Mengenakan atribut organisasi atau ideologi tertentu
-
Berdesak-desakan untuk menyentuh Ka’bah atau Maqam Ibrahim
-
Menggunakan pengeras suara pribadi
-
Membawa alat tajam atau perangkat elektronik besar
Kementerian menekankan bahwa Haramain bukan arena ekspresi politik, melainkan tempat ibadah murni yang menyatukan umat Islam.
Aturan Ketat demi Keselamatan Jamaah
Selain menjaga kesucian tempat, pemerintah juga fokus pada aspek keselamatan. Jamaah dilarang membawa koper besar ke dalam area masjid, menyalakan api di kamar hotel, atau menggunakan peralatan listrik yang berisiko.
Lebih lanjut, penggunaan air Zamzam untuk wudhu juga tidak diperkenankan demi menjaga kebersihan dan keberlanjutan layanan distribusi.
Fasilitas Lengkap dan Layanan Terpadu
Sebaliknya, pemerintah menyediakan berbagai layanan untuk mendukung kenyamanan jamaah. Di Masjidil Haram tersedia layanan konsultasi agama di sepuluh titik dengan 75 pakar pembimbing. Sementara itu, Masjid Nabawi menyediakan pusat kesehatan, layanan terjemahan khutbah Jumat dalam tujuh bahasa, serta pusat layanan jamaah di berbagai lokasi.
Untuk lansia dan penyandang disabilitas, pengelola menyediakan kursi roda gratis maupun elektrik serta jalur khusus agar mereka dapat beribadah secara mandiri dan aman.
Sedekah Harus Melalui Kanal Resmi
Kementerian juga mengingatkan jamaah agar menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi. Memberi kepada pengemis di area masjid dianggap melanggar aturan dan berpotensi dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.
Dengan demikian, pemerintah berupaya menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.
Menjaga Adab dan Akhlak di Tanah Suci
Terakhir, panduan tersebut menekankan pentingnya kesabaran dan akhlak mulia, terutama saat kondisi padat. Jamaah diminta menghindari amarah, menjaga lisan, serta tidak mengabadikan gambar secara berlebihan yang dapat mengganggu kekhusyukan orang lain.
Kementerian menutup panduan dengan pesan tegas: menjaga kebersihan dan mematuhi aturan merupakan tanggung jawab bersama demi kemuliaan dua masjid suci.
Sumber : Saudinesia.com
✨ Pastikan Umrah Anda Sesuai Aturan dan Lebih Tenang
Agar perjalanan ibadah Anda berjalan lancar dan sesuai regulasi terbaru, pastikan Anda memahami seluruh panduan resmi sebelum berangkat.
🕋 Rencanakan umrah Anda bersama Natola Travel yang siap membantu pengurusan visa, izin Nusuk, manasik, serta pendampingan ibadah sesuai aturan terbaru Arab Saudi.
📅 Jangan tunda niat suci Anda — konsultasikan keberangkatan sekarang dan wujudkan umrah yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

